Nuzulul Qur’an DPD PKS Jombang, Muhammad Said Ingatkan Tilawah Bukan Balapan

DPD PKS Jombang menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor DPD PKS Jombang dan disiarkan secara langsung melalui YouTube agar dapat diikuti lebih luas oleh masyarakat serta kader yang tidak hadir secara langsung.

Acara tersebut diisi dengan tausiyah dan refleksi tentang makna turunnya Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh para kader DPD PKS Jombang sebagai bentuk kecintaan dan komitmen untuk terus berinteraksi dengan kitab suci umat Islam.

Melalui momentum ini, para peserta diajak untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam keseharian. Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan, terutama ketika para kader bersama-sama menuntaskan bacaan Al-Qur’an.

Peringatan Nuzulul Qur’an sendiri merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam. Peristiwa ini memperingati turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Di Indonesia, peringatan tersebut umumnya dilaksanakan setiap tanggal 17 Ramadhan.

Ketua DPD PKS Jombang, Muhammad Said, dalam sambutannya menegaskan bahwa tilawah Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas yang dikejar jumlahnya, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang perlu dijaga konsistensinya.

Ia menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an tidak perlu dipaksakan dalam jumlah besar jika justru membuat seseorang sulit istiqamah. Menurutnya, membaca sedikit tetapi dilakukan secara rutin justru lebih efektif dalam membentuk kebiasaan yang baik.

“Tilawah itu bukan ajang balap lari, tapi perjalanan spiritual. Lebih baik satu halaman tapi meresap ke hati dan rutin setiap hari, daripada langsung satu juz tapi besoknya absen karena merasa berat,” ujarnya.

Muhammad Said juga membagikan beberapa tips agar kebiasaan tilawah tetap terjaga. Pertama, menentukan waktu khusus yang dianggap sakral, seperti setelah salat Subuh atau sebelum tidur. Kedua, menetapkan target yang realistis sesuai kemampuan, bahkan pada hari tersibuk sekalipun.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bacaan. Membaca dengan memperhatikan tajwid serta memahami terjemahannya dinilai dapat membantu seseorang lebih terhubung dengan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Ia juga menyinggung bahwa godaan dalam beribadah sering kali terasa lebih besar. Rasa kantuk atau malas, menurutnya, kerap menjadi ujian bagi konsistensi seseorang dalam membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, niat di awal sangat menentukan ringan atau beratnya menjalankan tilawah.

Menurutnya, momentum Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an tidak hanya diturunkan untuk dibaca cepat hingga khatam, tetapi untuk dijadikan sebagai hudallinnas, yakni petunjuk bagi seluruh manusia.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, DPD PKS Jombang berharap para kader semakin memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an serta menumbuhkan kebiasaan tilawah yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PKS untuk terus membangun karakter kader yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*